oleh

Terkait Dugaan Pungli Yang Dilakukan Kades Keban Jati Kec.Ulu Manna, Ini Pernyataan Inspektorat B/S.

TargetHukum Bengkulu Selatan – sangat disayang dengan apa yang dilakukan Pemerintah Desa Keban Jati Kecamatan Ulu Manna, yang mana Kades Keban Jati Ahmad Narjoni saat ditemui media ini diruang kerjanya dengan lugasnya menyatakan bahwa mereka merealisasikan salah satu kegiatan meminta agar SPJ yang diserahkan pihak rekanan agar dibuat 1,5jt rupiah, namun yang akan diterima sebesar 1jt rupiah.
Saat ditanyai terkait potongan Rp.500.000/SPJ Kades Keban Jati Ahmad Narjoni menjelaskan “itu nanti akan kami manfaatkan untuk hal-hal yang tak terduga” jelas Kades.
Selanjutnya Kades (Ahmad Narjoni) menjelaskan bahwa SPJ yang sudah dikeluarkan sebanyak 4 buah SPJ “kami sudah lakukan 4 pencairan sama-sama kami potong 5rts ribu rupiah dalam sekali pencairan” tutup Kades.
Selain itu sesuai penelusuran media ini dilapangan bahwa Pemerintah Desa Keban Jati Kecamatan Ulu Manna laksanakan pembagian bibit ikan lele terhadap masyarakat sebanyak 500 ekor/ rumah yang dibagikan untuk 276 rumah, yang mana sesuai pengakuan Kades Keban Jati bahwa ikan tersebut dibeli dari Kecamatan Seginim dengan harga 500 rupiah per ekornya.
Dengan adanya pernyataan Kades Keban jati yang menjelaskan harga bibit ikan lele yang dibeli seharga 500 rupiah per ekornya disinyalir Pemdes ini lakukan mark-up harga pada pembelian bibit ikan lele tersebut, pasalnya sesuai penelusuran dilapangan harga ikan lele yang Kades maksud jauh dibawah harga satuan yang Kades sebutkan.
Terkait dugaan mark-up dan pungli yang dilakukan Pemdes Keban Jati Ahmad Narjoni Inspektur Inspektorat Kabupaten Bengkulu Selatan Hamdan Sarbaini saat dikonfirmasi menyatakan ” SAYA BERHARAP KEPADA PEMDES AGAR DALAM  MENGGUNAKAN  DANA SESUAI DENGAN PROSEDUR DAN BETUL-BETUL BERMANFAAT UNTUK MASYARAKAT DESANYA DAN JANGAN ADA PENYIMPANGAN-PENYIMPANGAN…DAN JUGA SAYA BERHARAP PEMDES HARUS MENJAGA INTEGRITAS UNTUK MENUMBUHKAH KEPERCAYAAN KEPADA MASYARAKAT…KALO ADA PERBUATAN-PERBUATAN DILUAR KETENTUAN AKAN BERDAMPAK BURUK DIMATA MASYARAKAT…APALAGI ADANYA PUNGLI..ITU PERBUATAN PIDANA..DAN TIM SABER PUNGLI BENGKULU SELATAN AKAN MEMANTAU SEMUA KEGIATAN-KEGIATAN PUNGLI SERTA AKAN MENINDAK PERBUATAN TERSEBUT…BILA TERBUKTI” tegas Hamdan.
Sementara itu Camat ulu Manna saat dikonfirmasi melalui telepon genggamnya belum memberikan tanggapan terkait adanya dugaan penyalah gunaan realisasi dana Desa diwilayah pemerintahannya, tepatnya di Desa Keban Jati Kecamatan Ulu Manna.
Menyikapi hal ini Ketua LSM Kibar Kabupaten Bengkulu Selatan Hotma mengapresiasi pernyataan Inspektur Inspektorat Hamdan Sarbaini yang dengan tegas meminta agar segala tindakan yang dilakukan oleh Pemerintah Desa yang tidak sesuai prosedur akan ditindak.
Dengan adanya berita ini diterbitkan kiranya seluruh pihak yang terkait dapat dengan serius melakukan pengawasan pada penerapan dana Desa Keban Jati Kecamatan Ulu Manna, sebab berpotensi pada penerapannya rugikan keuangan Negara yang mana akan berdampak dengan Masyarakat setempat. (JN)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

News Feed