oleh

Terkait Dugaan Mark-Up Serta Pungli Pemdes Keban Jati, Camat Ulu Manna Akan Segera Panggil.

TargetHukum Bengkulu Selatan – sesuai pemberitaan media ini pada penerbitan sebelumnya, Pemdes Keban Jati Kecamatan Ulu Manna disinyalir lakukan mark-up dan pungli pada realisasi anggaran dana Desa. Menyikapi hal ini Camat Ulu Manna berjanji akan memanggil dan melakukan pembinaan.
Camat Ulu Manna Agusman S.sos Msi saat ditemui diruang kerjanya senin 20-06-2022 menjelaskan terkait apa yang didugakan dengan Pemdes Keban Jati Kecamatan Ulu Manna menyatakan “saya belum tau terkait kejadian tersebut, namun kalau memang hal itu terjadi saya akan memanggil serta memberikan pembinaan terhadap Pemdes Keban Jati” terang Camat.
Camat juga menjelaskan bahwa untuk merealisasikan dana Desa tidak perlu lagi bingung dan keliru sebab seluruhnya sudah ada panduan, namun kalau terkait harga serta pungli yang dimaksud, Camat belum mengetahui dan belum masuk sejauh itu yang pasti saya akan memanggil serta lakukan pembinaan terhadap Pemdes Kebanjati” tutup Camat.
Untuk diketahui bahwa pada realisasi dana Desa terkhusus pada dua kegiatan yang telah dipantau oleh media ini diduga keras adanya penyimpangan yang menimbulkan keuangan Negara khususnya keuangan Desa Kayu Ajaran. Salah satunya dugaan mark-up pada pembelian bibit ikan lele yang mana menurut Kades saat ditanyai diruangan kantor Desanya menyatakan bahwa bibit ikan lele mereka beli dari daerah seginim dengan harga 5rts rupiah per ekornya. Ikan lele yang dimaksud akan dibagikan terhadap 276 kk dan akan dibagikan sebanyak 500 ekor/KK yang disertai dengan pakan sebanyak 1,5 ton yang akan dibagikan secara bertahap.
Disisi lain Ketua LSM Kibar Kabupaten Bengkulu Selatan Hotma menyatakan “terkait dengan adanya pengakuan Kades yang menyatakan pembelian bibit ikan lele sebesar 500/ekor, diduga Pemdes Keban Jati Kecamatan Ulu Manna lakukan mark-up harga. Hal ini jelas disaat tim investigasi kita mencoba beli bibit lele ditempat yang sama jauh dari harga satuan yang dinyatakan oleh Kades Keban Jati” terang hotma.
Hotma juga dalam hal ini meminta agar pihak terkait dapat dengan serius lakukan pengawasan pada penerapan dana Desa Keban Jati Kecamatan Ulu Manna, hal ini jelas pada beberapa realisasi yang dilakukan Pemdes Keban Jati berpotensi rugikan keuangan negara yang berdampak pada  masyarakat Keban Jati sendiri, tutup Hotma.
Hingga berita ini diterbitkan konfirmasi dengan pihak berkompeten lainnya, DPMD serta Inspektorat sedang diupayakan. (JN)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

News Feed